Selasa, 26 November 2013

Masalah Pendidikan di Indonesia


Peran Pendidikan dalam Pembangunan


Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.

Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.

Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan


Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.

Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global.

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.

Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.”

Penyelenggaraan Pendidikan yang Berkualitas


”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”.

Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.

Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan


Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).

Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.

Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.

Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.

Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.

Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.***
Baca selengkapnya » 0 komentar

PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN ANTAR PELAJAR


Tawuran antar pelajar selalu menjadi agenda perbincangan setiap tahunnya, masalah ini bukan perkara baru, dan jangan dianggap perkara yang remeh. Padahal kalau kita kaji masalah tawuran antar pelajar akan membawa dampak panjang, bukan hanya bagi pelajar yang terlibat, namun juga untuk keluarga, sekolah serta lingkungan masyarakat di sekitarnya.
Tawuran antara pelajar saat ini sudah menjadi masalah yang sangat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitarnya. Saat ini, tawuran antar pelajar sekolah tidak hanya terjadi di lingkungan atau sekitar sekolah saja, namun terjadi di jalan-jalan umum, tak jarang terjadi pengrusakan fasilitas publik. Penyimpangan pelajar ini menyebabkan pihak sekolah, guru dan masyarakat yang melihat pasti dibuat bingung dan takut bagaimana untuk mererainya, sampai akhirnya melibatkan pihak kepolisian. 
Hal ini tampak beralasan karena senjata yang biasa dibawa oleh pelajar-pelajar yang dipakai pada saat tawuran bukan senjata biasa. Bukan lagi mengandalkan keterampilan tangan, tinju satu lawan satu. Sekarang, tawuran sudah menggunakan alat bantu, seperti benda yang ada di sekeliling (batu dan kayu) mereka juga memakai senjata tajam layaknya film action di layar lebar dengan senjata yang bisa merenggut nyawa seseorang. Contohnya, samurai, besi bergerigi yang sengaja dipasang di sabuk, pisau, besi.
Penyimpangan seperti tawuran antar pelajar, menjadi kerusuhan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang tidak bisa disebut sebagai kenakalan remaja, namun sudah menjadi tindakan kriminal. Yang menjadi pertanyaan, adalah bagaimana bisa seorang pelajar tega melakukan tindakan yang ekstrem sampai menyebabkan hilangnya nyawa pelajar lain hanya karena masalah-masalah kecil? 
Tawuran antar pelajar bisa terjadi antar pelajar sesama satu sekolah, ini biasanya dipicu permasalahan kelompok, cenderung akibat pola berkelompok yang menyebabkan pengkelompokkan berdasarkan hal-hal tertentu. Misalnya, kelompok anak-anak nakal, kelompok kutu buku, kelompok anak-anak kantin, pengkelompokan tersebut lebih akrab dengan sebutan Gank. Namun, ada juga tawuran antar pelajar yang terjadi antara dua kelompok beda sekolah.
Contoh kasus dalam tawuran antar pelajar dapat disebabkan oleh banyak faktor, beberapa contoh di antaranya, yaitu:
Tawuran antar pelajar bisa terjadi karena ketersinggungan salah satu kawan, yang di tanggapi dengan rasa setiakawan yang berlebihan.
Permasalahan yang sudah mengakar dalam artian ada sejarah yang menyebabkan pelajar-pelajar dua sekolah saling bermusuhan.
Jiwa premanisme yang tumbuh dalam jiwa pelajar.Untuk mengkaji lebih jauh permasalahan tawuran antar pelajar, kita bisa mengkaji terlebih dahulu mengenai penyebab tawuran antar pelajar dari tiga poin diatas.
Tawuran Antar Pelajar Akibat Rasa Setia Kawan yang Berlebihan
Rasa setia kawan atau lebih dikenal dengan sebutan rasa solidartas adalah hal yang lumrah atau biasa kita temukan dalam kehidupan, misalkan dalam persahabatan rasa setiakawan akan menjadi alasan mengapa persahabatan bisa menjadi kuat. Ia bisa menjadi indah ketika ditempatkan dalam porsi yang pas dan seimbang.
Namun, rasa setia kawan yang berlebihan akan menyebabkan hal yang buruk, salah satunya adalah mengakibatkan tawuran antar pelajar. Mungkin dari kita pernah mendengar tawuran antar pelajar yang dipicu karena ketersingguhan seorang siswa yang tersenggol oleh pelajar sekolah lain saat berpapasan di terminal, atau masalah kompleks lainnya. Misalkan, permasalahan pribadi, rebutan perempuan, dipalak dan lain sebagainya.
Pemahaman arti sebuah persahabatan memang perlu dipahami oleh masing-masing individu pelajar itu sendiri. Tawuran antar pelajar yang diakibatkan karena rasa setiakawan harus segera dihentikan, karena hal ini akan memicu kawan-kawan yang lain untuk mendapatkan hak atau perlakuan yang sama pada waktu mengalami masalah.
Ini dapat menjadikan pelajar malas dalam menyelesaikan masalah dirinya sendiri, tanpa mau menyelesaikannya sendiri dan cenderung tidak berani bertanggung jawab. Menjadi ketergantungan dan akan menimbulkan dampak yang negatif bagi perkawanan itu sendiri.
Tawuran antar pelajar akibat sejarah permusuhan dengan sekolah lainKadang permasalahan tawuran antar pelajar dipicu pula dengan adanya sejarah permusuhan yang sudah ada dari generasi sebelumnya dengan sekolah lain, beredarnya cerita-cerita yang menyesatkan, bahkan memunculkan mitos berlebihan membuat generasi berikutnya, terpicu melakukan hal yang sama. 
Contohnya, sebut saja sekolah A dengan sekolah B adalah musuh abadi, dimana masing-masing sekolah akan melakukan hal yang antipati terhadap sekolah lain. Biasanya, akan ada pelajar yang menjadi perbincangan, semacam tokoh bagi sekolahnya, karena kehebatannya pada waktu berkelahi.
Dalam permasalahan tawuran antar pelajar yang dipicu karena permasalahan ini, perlu adanya pendekatan khusus, yang memasukkan program kerja sama dengan sekolah tersebut. Peranan sekolah dan guru memegang peranan penting.
Ironisnya, sebuah pertandingan persahabatan. Misalnya, olahraga. Kadang memicu sebuah permusuhan dan perkelahian. Hal ini akhirnya menuntut kecerdasan dan ketelitian pihak penyelenggara dalam mengemas sebuah acara.
Tawuran Antar Pelajar Akibat Jiwa Premanisme
Premanisme bukan istilah yang asing lagi. Premanisme yang berasal dari kata “preman” adalah sebutan orang yang cenderung memakai kekerasan fisik dalam menyelesaikan permasalahannya. Kemenangan di ukur karena kekuatan fisiknya bukan intelektualitas. Premanisme bertolak belakang dengan jiwa seorang pelajar, yang dituntut kecerdasan berpikir, kecerdasan mengelola emosi, dll. 
Jiwa premanisme dalam jiwa pelajar dapat dihilangkan karena dia tidak semerta merta muncul begitu saja, ia disebabkan oleh sesuatu hal. Oleh karenanya, kita perlu mengetahui faktor penyebab sikap premanisme dalam diri pelajar. Faktor di luar diri pelajar adalah faktor yang kental dapat mempengaruhi ke dalam. Beberapa contohnya adalah:
Tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang menceritakan atau sengaja mengekspose tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja.
Kekerasan yang terjadi di rumah. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya individu pelajar saja yang menjadi korban kekerasan namun kekerasan yang terjadi pada satu anggota keluarganya, dapat mempengaruhi psikis individu. Hal ini yang akan menyebabkan trauma atau kekerasan beruntun yang diakibatkan karena menganggap kekerasan adalah hal yang wajar.
Acara awal tahun, orientasi sekolah adalah acara di mana pelajar baru diwajibkan mengikuti kegiatan ini. Kegiatan yang pada dasarnya adalah untuk memahami dan mengenali sekolah, kegiatan serta untuk lebih kenal kawan-kawannya malah cenderung disalah gunakan oleh senior untuk ajang balas dendam dari apa yang pernah ia terima pada waktu yang sama menjadi junior, pola-pola yang dipakai cenderung dengan pola militer. Hal inilah yang menyebabkan kekerasan dalam dunia pendidikan. Pola yang menjadi semacam suntikan yang terus diturunkan oleh setiap generasi. Agar terhindar dari pola yang berlebihan, diperlukan adanya pengawasan dari pihak sekolah dan turunnya langsung pengajar dalam kegiatan ini. Kedisiplinan berbeda dengan kekerasan, hal ini seharusnya menjadi tantangan setiap panitia kegiatan dalam mengemas ide, gagasan acara pada waktu perkenalan sekolah, menjadi sesuatu yang inofatif, kreatif sehingga diharapkan lambat laun sikap premanisme akibat perpeloncoan akan menjadi cara kuno dan tidak menarik lagi.
Dari ketiga faktor penyebab tersebut, kita bisa mendapatkan bayangan atau solusi yang terbaik seperti apa dan bagaimana melakukan proses penyelesaiannya. Walaupun permasalahan tawuran antar pelajar memang bukan hal sepele yang bisa langsung diselesaikan, namun diperlukan adanya proses berkelanjutan, kesadaran dan kerja sama dengan semua pihak, bukan hanya sekolah, orangtua, masyarakat dan penegak hukum, tapi juga kesadaran pemahaman pelajar sebagai seorang individu, sebagai generasi muda yang penuh dengan tanggung jawab.
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dari paparan di atas, yaitu: “Pemahaman” bagaimana seorang pelajar disaat sedang mengalami pencarian identitas, cenderung sangat mudah labil. Dan kelabilan inilah yang ahirnya tawuran antar pelajar terjadi.Ada beberapa cara yang efektif untuk mencegah sebelum tawuran antar pelajar terjadi, misalkan dengan:
Membuat dan memfasilitasi ruang-ruang kegiatan yang positif.
Memberikan kebebasan berpendapat dan berekspresi dan tetap adanya kontrol dari pihak-pihak yang berkaitan khususnya orang-orang terdekat, mencoba lebih terbuka dan mengenali serta memberikan solusi yang positif ketika remaja sedang mengalami emosi.
Sikap optimis dan kepercayaan terhadap pelajar perlu ditumbuhkan kembali, sehingga suatu saat kita tidak akan mendengar lagi berita atau kabar mengenai kejadian tawuran antar pelajar di negeri kita ini, yang ada kita bangsa Indonesia dipenuhi kabar berita tentang pelajar-pelajar yang produktif, kritis, mampu menjadi juara dalam berbagai bidang, baik berupa kompetisi pengetahuan dan ilmu pengetahuan. 
Sudah saatnya generasi muda membuktikan potensi dalam dirinya, dan sudah menjadi tugas kewajiban orang tua, sekolah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk mencegah terjadinya bentuk-bentuk penyelewengan pelajar, terutama permasalahan yang membuat was-was menjadi sebuah tindakan kriminal, tawuran antar pelajar
SUMBER: WWW.ANNEAHIRA.COM 
Baca selengkapnya » 0 komentar

Terungkap Kecacatan Sony PS4


TOKYO - Laporan mengungkap, Sony PlayStation 4 (PS4) memiliki beberapa kecacatan atau kerusakan yang bisa ditemukan. Salah satu kecacatan tersebut ialah munculnya pesan error 'blue light of death'.

Dilansir Vr-zone, Senin (18/11/2013), laporan mengenai munculnya error tersebut beredar saat konsol tersebut dirilis pada Jumat. Sebagian gamer yang mendapatkan PlayStation 4 saat hari peluncuran mengeluhkan adanya kerusakan tersebut.

Kabarnya, kecacatan yang muncul dijuluki blue light of death (BLoD) yang terpusat di sekitar port HDMI. Port HDMI ini dikatakan mengalami kerusakan, sehingga gagal menayangkan sinyal ke TV pengguna.

Ketika melakukan boot pada PS4, kabarnya konsol menampilkan lampu biru sesaat, kemudian berubah menjadi putih setelah simbol PlayStation muncul di layar. Mereka yang mengalami BLoD tidak bisa memunculkan sinyal PS4 ke TV.

Masalah ini kabarnya tidak hanya mencoreng kampanye Sony, tetapi juga mengakibatkan beberapa gamer, yang tidak diketahui jumlahnya untuk frustasi setelah membeli PS4 sekira USD400. 

Shuhei Yoshida dari Sony baru-baru ini merespon bahwa perusahaan akan menginvestigasi pesan error tersebut. Raksasa produsen konsol game asal Jepang ini juga menyatakan bahwa sekira 0,4 persen konsol yang diproduksi, diperkirakan mengalamai kecacatan.

Langkah terbaik apabila pengguna menemukan kecacatan ialah melaporkan ke bagian support line Sony atau mengunjungi pihak ritel, tempat Anda membeli PS4. Tidak hanya konsol game buatan Sony, Microsoft Xbox 360 juga kabarnya pernah mengalami error yang dinamakan 'Red Ring of Death', (
Baca selengkapnya » 0 komentar

Teknologi DNA Ganda untuk Produksi Panen Melimpah


YERUSALEM - Sebuah perusahaan startup asal Israel membuat sebuah temuan yang dapat meningkatkan hasil panen secara berlimpah. Stratup bernama Kaiima Bio-Agritech tersebut memiliki visi untuk menyediakan seluruh kebutuhan bahan pangan di seluruh dunia dengan teknologinya.

Teknologi tersebut menggunakan manipulasi DNA sebuah tumbuhan. DNA dari tumbuhan pertanian seperti padi, jagung, gandum dan lainnya digandakan agar bisa memproduksi hasil panen yang lebih banyak dari biasanya. Bahkan penggandaan DNA ini pun bisa diatur sesuai keinginan hasil panen yang diinginkan.

Dari manipulasi DNA ini juga dapat membuat tumbuhan pertanian menggunakan lebih sedikit air, dan meningkatkan daya tahan untuk hidup di kondisi yang sulit. 

CEO Kaiima Bio-Agritech, Doron Gal, mengatakan target jangka pendek perusahaan startup-nya saat ini adalah meningkatkan hasil panen ladang padi miliknya sendiri. Percobaan yang dilakukan pada ladang padi, jagung, dan gandum ini sudah terbukti dengan peningkatan yang cukup signifikan.

Dari 15 persen hasil panen biasa bisa meningkat hingga 50 persen jika menggunakan teknologi manipulasi DNA dari Kaiima. 

"Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan produksi panen ladang dengan cara mempercepat pertumbuhan tanaman dengan menggandakan DNA. Kami membuat ladang menjadi lebih baik, dan membuat ladang pertanian lebih tahan terhadap hama, iklim yang berubah-ubah, dan penyakit. Dengan ini hasil panen akan meningkat lebih banyak hanya dengan biaya yang lebih sedikit," kata Gal seperti dikutip Mashable, Senin (25/11/2013). 
Baca selengkapnya » 0 komentar

Foto Penampakan Gerhana Matahari 'Hibrida' Langka


CALIFORNIA - Beberapa hari lalu, muncul gerhana matahari hibrida yang bisa disaksikan di langit Amerika Serikat, Eropa serta Afrika. Foto penampakan gerhana tersebut muncul di jagad maya.

Dilansir Techeblog, Selasa (5/11/2013), gerhana matahari yang jarang terjadi ini muncul, menampilkan matahari yang sepenuhnya atau sebagian terhalang oleh bulan. Pertama kali gerhana matahari ini nongol di Amerika Serikat bagian selatan, kemudian bergerak ke timur menyebrangi Samudera Atlantik dan benua Afrika.

Menurut badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA, gerhana matahari total terbesar terjadi di wilayah Samudera Atlantik. Gerhana matahari ini dinamakan hibrida, karena penampakan matahari yang tertutup bervariasi, tergantung dari daerah mana yang diamati oleh penduduk. 

Dalam pergerakan tersebut, gerhana matahari akan beralih antara gerhana annular (melingkar) dan gerhana matahari total. Seperti diketahui, gerhana matahari muncul ketika bulan lewat  di antara matahari dan Bumi.

Pada peristiwa gerhana matahari total, bulan berada pada jarak yang tepat untuk benar-benar seluruhnya menghalangi sinar matahari.

Pada gerhana matahari annular, penampakan diameter bulan baru lebih kecil daripada cincin matahari yang terlihat. Kabarnya, gerhana matahari total bisa bertahan selama 10 detik.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Awal Desember, Komet ISON Hiasi Langit Malam

CALIFORNIA - Langit Bumi saat ini tengah kedatangan tamu cantik bernama Komet ISON. Komet berwarna hijau zamrud ini memang sedang dalam masa puncaknya terlihat melintasi langit Bumi menuju matahari.

Komet yang bernama lengkap C/2012 S1 ISON ini diprediksi akan terlihat sangat cerlang di langit malam pada akhir November hingga awal Desember 2013. Namun sayangnya komet yang akan menampakkan diri di hadapan penduduk Bumi selama masa hidupnya itu tak bisa diprediksi. Namun demikian, beberapa astrografer (sebutan untuk fotografer astronomi), berhasil mengabadikan Komet ISON.

Namun jika Anda sangat penasaran untuk melihat ISON dengan mata kepala sendiri, seorang astronom dari Space Telescope Science Institute, Zolt Levay, memberikan tips untuk menyaksikan pertunjukan langit tersebut.

"Lokasi terbaik untuk menyaksikan ISON adalah di tempat yang gelap. Jauh dari cahaya lampu kota, dengan langit yang jernih tanpa awan, dan kelembaban rendah. ISON akan tampak di langit timur sangat dekat dengan horison (garis cakrawala)," kata Levay seperti dilansir dari LiveScience, Selasa (26/11/2013). Dikarenakan posisi ISON yang berada sangat rendah di ufuk timur, tempat pengamatan haruslah terbebas dari berbagai halangan.

"Tempat pengamatan harus tak terhalang oleh pohon, gedung, dan gunung," lanjut Levay. Oleh karena itu, salah satu cara agar lokasi pengamatan tak terhalang oleh gedung, pohon, ataupun gunung adalah berada di tempat yang tinggi. 

"Tempat terbaik untuk melakukan pengamatan adalah di barat daya, dengan sudut elevasi yang tinggi," ucap Levay. Sang astronom juga mengingatkan, akan lebih baik jika udara pada malam pengamatan memiliki udara yang kering dan sedikit dengan kabut. Levay juga menyarankan tempat pengamatan terbaik selain tempat tinggi adalah gurun pasir.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Ini Pemanfaatan Teknologi Nuklir di Bidang Kedokteran


 YOGYAKARTA - Teknologi nuklir tak selalu berkaitan dengan pembangkit sumber daya, dan tak melulu menyeramkan. Buktinya, teknologi nuklir juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, yaitu kedokteran nuklir dan radiologi. Dokter spesialis kedokteran nuklir dan spesialis radiologi di Rumah Sakit An Nur Yogyakarta, Suyitno, mengatakan teknologi nuklir sekarang sudah digunakan untuk mendeteksi sebuah penyakit ataupun penanganan berupa terapi. Bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), alat bernama Renograf diciptakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, khususnya untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang. Metode pendeteksi bernama Renogram ini hanya menggunakan sebuah kursi khusus dengan alat yang berada di sandaran kursi. Fungsi alat tersebut untuk memindai dan mengumpulkan berbagai profil informasi mengenai ginjal sesorang untuk kemudian ditransfer ke komputer. Dengan metode ini pemeriksaan fungsi ginjal lebih sederhana, praktis, dan hanya membutuhkan waktu singkat. Dengan adanya metode Renogram ini, bisa menjadi pilihan modalitas lain bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan. Pasalnya dengan menggunakan Renogram ini, para dokter di Kedokteran Nuklir bisa mendapatkan profil fungsi ginjal secara detil, aman, akurat, dan tidak merusak tubuh. Namun demikian, dokter Suyitno tak menampik akan adanya risiko dari metode tersebut. "Semua tindakan medis pasti ada risikonya. No zero risk. Tapi dilihat dulu, mana yang lebih banyak didapatkan dari tindakan metode Renogram ini, manfaat atau mudharatnya?", ujar Suyitno. "Ini sangat membantu bagi pasien yang akan melakukan tranplantasi ginjal," tutup dokter RS An Nur ini. (amr)
Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © مرحبا بكم في مدونتي (Ega's Blog) 2013

Template By Ega Firza